Ketapang, Pasir putih

Perjalanan ke tempat baru kadang tidak saja menghadirkan perasaan yang asing, dibanyak langkah menelusuri jalan ada kalanya perasaan seperti ‘kembali pulang’ datang begitu saja entah dari mana, mungkin dari warisan leluruh yang hidup bersanding dengan alam, mungkin pula dari sedikit kesamaan rasa yang pernah dialami namun tertimbun dalam ingatan kita yang lemah.

Menelusuri wilayah pesisir desa Ketapang hingga Pantai pasir putih di kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Kami mendapati lanskap yang lain dari keseharian kami, mulai dari tambak-tambak yang terbengkalai, lahan-lahan yang dikuasai perusahaan swasta, dan tentu belum pernah kami melihat lebih dekat sepeti bangkai tikus dengan perut kembung akan air laut dan beberapa bangkai ikan bermacam rupa tergeletak di bibir pantai.

Kami menemukan di sisi yang lain sebagian area dipercantik untuk menarik para wisatawan, tapi entah kenapa rasanya bangunan-bangunan baru tersebut terlihat canggung dan tidak mengenali tanah di mana dirinya berdiri.

Di antara hal-hal yang asing seperti itu ingatan kami seakan akrab kala menyaksikan keseharian warga pesisir baik yang berwajah lokal juga warga keturunan (Cina Udik?) yang hidup di sana. Melihat Amah bermain riang dengan cucu-cucunya di pantai atau pasangan muda-mudi bermesraan mungkin sambil berbincang untuk membuat konten tiktok.

Berjalan di bawah terik matahari yang menyengat, melihat kehidupan warga pesisir, dan lanskapnya yang serba baru untuk kami membuat pikiran pun seakan ikut meleleh bercampur antara realitas dan angan-angan.

Sampai nanti di perjalanan selanjutnya…

27 Mei 2023- Oleh Bey Shouqi

Foto dokumentasi oleh para peserta